Our History

Cut The Crab is the first seafood restaurant with the concept of dining with no spoon, knife or fork. Food are place on tables on top of food grade brown paper, where customers are encourage to take food with their bare hands. This unique dining experience creates fun laughter and build stronger relationship bond amongst dinners. This concept is a combination from various cultures through out South Asian Countries and the New Zealand Native, maori tribe.

Cut The Crab adalah restaurant terbaik jakarta dengan konsep makan tanpa piring, sendok dan garpu. Konsep seru ini bertujuan agar; para tamu yang datang lebih akrab dengan anggota keluarga, dan teman. Cut The Crab memiliki bumbu “Original” dan bumbu “Sweet” yang berbeda dengan restaurant seafood pada lainnya. Kedua bumbu ini diracik khusus dari founder Cut The Crab yang mulai menjajaki dunia kuliner pada tahun 2002 di New Zealand. Setelah 8 tahun menjajaki dunia kuliner di New Zeland, beliau kemudian membawa cara makan Fish and Chip, ke Jakarta, Indonesia, dengan menggabungkan beberapa cita rasa global di gabungkan dengan cita rasa masyarakat Indonesia.

94f52bdc5cf29787f8ef906470d6d74a

Unique dining experience

Beside our unique sauce and dining experience, Cut The Crab is also known for its gigantic Indonesian Mud Crab. We cargo ship our Live Mud Crab daily from Sulawesi and Papua by plane from local fishermen. Cut The Crab also sponsors local fishermen by providing them with the right equipment to catch minimum 1 kilo for 1 crab. The biggest crab that has been caught by our sponsored local crab fishermen is 3 kilo crab.

Saos Favourite pelanggan kami apabila menyukai rasa pedas dapat mencoba bumbu “sweet” dan memilih tingkat kepedasan Medium atau XXX. Bagi anak- anak yang datang ke Cut The Crab di rekomendasikan untuk memesan bumbu “original” yang non spicy. Selain saos yang berbeda dari tempat seafood murah lain, tidak lupa jagoan kami adalah kepiting murah hidup yang dikirim dari Papua, Indonesia Timur dengan tangkapan nelayan setiap hari dan dikirim setiap hari ke Restaurant Cut The Crab. Cut The Crab memberdayakan nelayan setempat untuk mengirim kepiting murah dengan berat per ekor minimal 1 kilo hingga yang terberat yang pernah tertangkap seberat 3 kilo.

Reservation

Award winning restaurant

Cut The Crab is the first restaurant in Indonesia to serve seafood on food grade paper with no plates and cutleries involve. With its two specially created sauce “original” and “sweet” sauce it started a trend throughout Indonesia to eat seafood, in a comfortable dining setting with no plates and cutleries involve. The restaurant has won several awards, been nominated by various organization and reviewed by several medias as a place to be visited and tried. Amongst them in 2013 Yahoo! Voted number 1 most popular restaurant that must be tried. Cut The Crab Founder is frequently called in by medias as an expert, to discuss issues such as Crab Farming in Indonesia, challenges that are met by local crab fishermen, Crab business, and other topics regarding crab species that live in Indonesian water.

Cut the Crab merupakan restaurant pertama di Indonesia yang menyajikan seafood in atas kertas nasi tanpa piring, sendok, garpu dan pisau. Dengan bumbu spesial yang di racik khusus oleh penemu yaitu saos “original” dan “sweet”, Cut The Crab memulai sebuah trend cara makan seafood baru di Indonesia. Restaurant Cut The Crab telah meraih beberapa penghargaan dan telah di nominasikan oleh berbagai organisasi serta media sebagai restaurant yang harus dicoba dan dikunjungi. Diantaranya, Yahoo! Pada tahun 2013 menominasi restaurant Cut The Crab sebagai restaurant nomer 1 paling “populer di Jakarta yang wajib dicoba”. Founder Restaurant Cut The Crab juga sering diundang sebagai nara sumber di media yang membahas mengenai berbagai macam hal seperti; ragam species Kepiting di lautan nusantara, tantangan yang di hadapi para nelayan kepiting, masalah budidaya dan usaha kepiting di Indonesia

400x300_j

Excellent various menu

The food material seafood, shrimp, scallops, lobster, crab, calamari – squid cut the crab to buy directly from the fishermen from  Indonesia,  such as crab nearly 70% to come from Papua fishermen and 30% of Maluku and other eastern Indonesia. As well as lobster, scallops, shrimp, squid we are all local products are super, although cut the crab using raw material workshop cut the crab still choose to be a super in quality.

Bahan baku seafood , udang , kerang , lobster , kepiting , cumi – cumi cut the crab membelinya langsung dari para nelayan nelayan Indonesia, seperti kepiting hamper 70% di datangkan dari nelayan papua dan 30%nya dari Maluku, dan Indonesia timur lainya. Sama halnya dengan lobster , kerang , udang , cumi cumi kita semuanya produk lokal yang super, walaupun cut the crab menggunakan bahan baku lokal cut the crab tetap memilih kwalitas yang super yang akan di gunakanya

Full Menu

Great quality

Vegetables used by Cut The Crab, are great quality vegetables to always maintain the quality of taste and also maintain the health of consumers , most vegetables used by cut the crab come from   east  of western Java, sukabumi .

Sayuran yang digunakan oleh cut the crab, merupakan sayuran berkwalitas super, untuk selalu menjaga kwalitas rasa dan juga menjaga kesehatan tubuh yang mengkomsumsinya , hampir semua sayuran di cut the crab didatangkan dari daerah sukabumi, jawa barat.  Walaupun menu utamanaya adalah kepiting cut the crab juga memberikan menu lainya seperti jaws seafood murah mix yang campuran isinya udang, lobster , crawfish, kerang hijau,sosis, jamur dan jagung. Menu yang satu ini sangat diminati oleh anak anak terutama pada kerang hijau dan sosinya karena paling mudah untuk dimakanya.

400x300_a

Testimonials

Untitled-10_03